Mengalami Darah Rendah Saat Hamil, Ini Penyebab & Tips Mengatasinya

oleh
Mengalami Darah Rendah Saat Hamil, Ini Penyebab & Tips Mengatasinya

Mengalami tekanan darah rendah saat hamil merupakan salah satu keluhan yang umum terjadi dan sering dialami selama masa kehamilan.

Meski kasus tekanan darah rendah saat masa kehamilan ini tidak selalu memberikan dampak berbahaya bagi kehamilan, namun para Ibu hamil juga tetap perlu waspada dan tahu apa yang jadi penyebab serta bagaimana cara mengatasi tekanan darah rendah di saat sedang berbadan dua.

Biasanya, selain kepala sering merasa pusing, tekanan darah rendah di saat hamil juga bisa ditandai dengan gejala lain mual, sulit konsentrasi, wajah tampak pucat, haus yang berlebihan, kelelahan dan jantung berdebar-debar.

Karena itu, untuk mengatasi tekanan darah rendah pada ibu hamil perlu dilakukan dengan tepat dan cermat, sesuai penyebabnya mengipa bisa terjadi tekanan darah rendah.

Apa Penyebab Darah Rendah Di Saat Hamil ?

Terjadinya tekanan darah rendah saat hamil umumnya disebabkan oleh adanya perubahan hormon dan peningkatan aliran darah yang menuju ke janin. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh anemia (kekurangan sel darahmera), dehidrasi, kurangnya asupan nutrisi, infeksi, serta dari pengaruh obat yang dikonsumsi.

Baca Juga :  Ingin Terhindar Dari Penyakit Kanker Payudara ? Rajinlah Bangun Pagi

Para wanita yang memiliki riwayat tekanan darah rendah sebelum hamil, juga lebih berisiko mengalami tekanan darah rendah. Biasanya tekanan darah normal adalah 120 mmHg pada garis atas atau sistolik, dan di atas 80 mmHg pada garis bawah atau diastolik.

Namun, jika ibu hamil mengalami darah rendah maka tekanan darahnya berada di ≤ 90/60 mmHg. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih rutin memeriksakan diri ke dokter unyuk mengetahui kondisi tekanan darah selama masa kehamilan.

Cara Mengatasi Darah Rendah Di Saat Hamil

Ketika mengalami tekanan darah rendah saat hamil, tetapi penurunannya tidak terlalu drastis, maka tekanan darah rendah tersebut umumnya tidak berdampak negatif bagi kesehatan baik bagi ibu hamil maupun janin yang adadalam kandungan.

Baca Juga :  Beberapa Gejala Keputihan Yang Patut di Waspadai

Tekanan darah rendah di saat hamil biasanya akan kembali normal dengan sendiri setelah bunda melahirkan si jabang bayi, tanpa memerlukan penanganan khusus.

Namun, jika tekanan darah rendah yang dialami cukup menganggu, para Bumil juga bisa meringankan keluhan yang dirasakan akibat tekanan darah rendah tersebut dengan beberapa cara berikut:

  • Perbanyak minum air putih/mineral, sekitar 2,5 liter per hari guna mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan.
  • Penuhi asupan makanan yang mengandung cukup garam.
  • Makanlah dengan porsi yang sedikit namun sering.
  • Terapkan pola makan yang bergizi dan seimbang.
  • Ketika tidur, usahakan untuk berbaring di sisi kiri untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Sebisa mungkin hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk, berdirilah dengan perlahan
  • jangan berdiri terlalu lama.
  • Lakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya jalan kaki keliling halaman rumah
  • Jangan terllau capek dan cukup istirahat.
Baca Juga :  Cara Mencegah Dan Mengobati Sakit Gigi Saat Hamil

Selain itu, guna mencegah terjadinya tekanan darah rendah di saat hamil, para Bumil juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin prenatal dan makanan yang kaya akan nutrisi untuk mencegah tekanan darah rendah.

Ketika selama masa kehamilan merasakan gejala tekanan darah rendah seperti diatas, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter, apabila disertai dengan sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, pusing, atau lemas, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *