Pentingnya Menjaga Jumlah Trombosit Normal Dalam Darah

oleh
Pentingnya Menjaga Jumlah Trombosit Normal Dalam Darah

Pentingnya Menjaga Jumlah Trombosit Normal Dalam Darah

Ketika anda atau keluarga anda sedang sakit dan dilakukan pemeriksaan darah lengkap, biasanya akan diberikan hasil tes lab berupa catatan yang didalamnya ada hasil tes tentang jumlah Trombosit dalam darah.

Lalu apa sebenarnya Trombosit dalam darah ini ? Mengapa sering kali hasil tes darah menyertakan hasil pemeriksaan ini ? Berikut penjelasannya.

Trombosit adalah sel darah yang memiliki peranan sangat penting dalam proses pembekuan darah normal.

Sebagai contoh, saat anda mengalami luka misal tersayat pisau atau terjatuh dan mengeluarkan darah, maka trombosit akan menggumpal dan membantu menghentikan pendarahan yang terjadi tersebut.

Nah, apabila Anda tidak memiliki jumlah trombosit normal dalam darah anda, maka tubuh Anda tidak bisa membekukan darah dan menghentikan pendarahan, sehingga luka yang anda alami tersebut akan terus mengucurkan darah.

Jumlah trombosit yang ada dalam darah yang diketahui lewat pemeriksaan darah seringkali digunakan oleh sebagai metode skrining atau deteksi dini dalam mendiagnosis berbagai jenis penyakit atau kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan masalah pada penggumpalan darah seseorang.

Oleh sebab itu, penting bagi seseorang untuk memiliki jumlah trombosit normal dalam darahnya guna menghalau berbagai penyakit yang mungkin akan menghampiri Anda.

Peranan Trombosit Normal dalam Proses Pembekuan Darah

Dalam tubuh seseorang, darah terdiri dari dua unsur pembentuk, yakni cairan (plasma darah) dan padat. Pada bagian padatnya terbagi lagi menjadi tiga jenis yakni sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit (platelet).

Baca Juga :  Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Yang Mengintai Setiap Saat

Dalam setiap sel darah yang ada alam tubuh kita memiliki fungsi dan peranannya masing-masing.

Misalnya, sel darah merah mempunyai peran penting dalam membawa oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Sementara trombosit sendiri memiliki peranan untuk menghentikan terjadinya pendarahan yang sering kali terjadi pada tubuh saat terluka.

Trombosit sendiri dapat ditemukan dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak memiliki warna serta memiliki siklus hidup yang hanya selama 10 hari.

Dalam kondisi normal tubuh akan memperbaharui ketersediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang.

Ketika bagian tubuh kita mengalami luka, maka trombosit juga memiliki peranan untuk membantu luka tersebut lekas sembuh.

Namun apabila dalam tubuh kita tidak memiliki cukup trombosit di dalam darah, maka sistem dalam tubuh akan mengalami kesulitan untuk menggumpalkan dan menghentikan perdarahan saat tubuh kita terluka.

Untuk mengetahui jumlah trombosit biasanya dilakukan melalui proses pemeriksaan darah lengkap. Umumnya, seseorang akan memiliki jumlah trombosit normal dalam darah adalah sekitar 150.000 – 400.000 trombosit per mikroliter (mcL).

Baca Juga :  Kenali Sejak Dini, 10 Gejala dan Ciri-Ciri Mata Katarak

Kendati demikian, rentang jumlah trombosit normal pada setiap orang hasilnya bisa berbeda-beda.

Seseorang akan dikatakan memiliki jumlah trombosit yang tidak normal apabila jumlah kadar trombosit dalam darah mereka berada di luar rentang nilai tersebut secara signifikan.

Penyebab dan Gejala Seseorang Memiliki Jumlah Trombosit Rendah

Ketika seseorang memiliki jumlah atau trombosit rendah dalam tubuhnya,hal tersebut di namakan dalam bahasa medis dengan sebutan Trombositopenia.

Penyebab seseorang mengelami Trombositopenia antara lain:

  • Menderita penyakit Leukemia
  • Mengalami Anemia aplastik
  • Sirosis, (kerusakan organ hati)
  • Penyakit autoimun, seperti Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP)
  • Defisiensi zat besi dan asam folat
  • Mangalami gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Sedang hamil
  • Efek samping dari pemakaian obat tertentu
  • Sedang menjalani kemoterapi
  • Infeksi, seperti sepsis dan demam berdarah.

Secara umum apabila seseorang mengalami kondisi trombosit rendah, seringkali tidak bergejala. Namun beberapa tanda dan gejala yang biasanya muncul saat mengalami Trombositopenia adalah berupa mudah memar atau lebam, muncul ruam atau bintik-bintik ungu kemerahan di kulit.

Selain itu juga akan muncul adanya darah pada urine atau tinja, tubuh mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa yang membesar, serta terjadinya pendarahan dari gusi atau hidung.

Baca Juga :  Selain Serangan Jantung, Ini Juga Jadi Penyebab Sakit Dada Sebelah kiri

Penyebab dan Gejala Seseorang Memiliki Jumlah Trombosit Tinggi

Sementara untuk seseorang yang kadar atau jumlah trombositnya tinggi, hal itu di sebut denga bahasa medis dengan istilah trombositosis. Penyebabnya adalah :

  • Menderita penyakit Kanker
  • Anemia hemolitik dan defisiensi zat besi
  • Menderita Tuberkulosis
  • Polisitemia vera (mengalami kelainan sumsum tulang)
  • Efekdari penggunaan pil KB
  • Tinggal di daerah dataran tinggi
  • Pemulihan pasca operasi
  • Kelelahan

Sama halnya dengan Trombositopenia, seseorang yang mengalamikondisi Trombositosis seringkali tidak disertai gejala.

Namun apabila hal tersebut terjadi, maka biasanya gejala yang sering muncul meliputi sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan menjadi berkunang-kunang, mati rasa atau kesemutan pada bagian tangan dan kaki.

Menjaga jumlah trombosit normal dalam darah sangat penting untuk memastikan kemampuan sistem tubuh dalam menangani luka secara alami.

Karena itu, jika Anda mengalami beberapa gejala kelainan jumlah trombosit, baik Trombositopenia maupun Trombositosis, ada baiknya untuk segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.