Mengenal Hipoglikemia atau Kadar Gula Darah Rendah Dalam Tubuh

oleh
Mengenal Hipoglikemia atau Kadar Gula Darah Rendah Dalam Tubuh

Mungkin istilah hipoglikemia masih terdengar asing di sebagian telinga masyarakat Indonesia. Namun jika menyebut istilah tersebut dengan sebutan gula darah rendah, pasti semua akan paham dan tau.

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Lantas, apa yang menjadi penyebab gula darah rendah ini, bagaimana gejala dan cara mengatasi hipoglikemia ini ?. Berikut penjelasannya.

Hubungan Antara Gula Darah Rendah dengan Kesehatan

Dalam keadaan tubuh normal, tubuh akan mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL. Jika kadar gula dalam tubuh berada jauh di atas atau di bawah rata-rata maka akan menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan terhadap penderita.

Fokus pada Hipoglikemia kadar gula darah yang rendah dalam tubuh, apabila kondisi terjadi pada seseorang maka dapat menyebabkan berbagaiĀ  sistem organ tubuh akan mengalami kelainan fungsi.

Salah satunya adalah organ otak, dimana organ tubuh paling vital ini merupakan organ yang sangat peka terhadap kadar gula darah yang rendah karena glukosa atau gula darah merupakan sumber energi utama untuk otak.

Ketika kadar gula darah seseorang berada dibawah angka normal, maka otak akan memberikan respon terhadap kondisi ini melalui sistem saraf, lalu merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin).

Baca Juga :  Selain Serangan Jantung, Ini Juga Jadi Penyebab Sakit Dada Sebelah kiri

Saat hal ini terjadi, maka akan merangsang organ hati untuk melepaskan gula darah agar kadar gula dalam darah tetap terjaga. Jika tubuh mengalami gula darah yang rendah, maka yang akan terjadi adalah organ otak akan mengalami gangguan fungsi karena asupan energi berupa glukosa menjadi berkurang.

Apa Penyebab Gula Darah Rendah

Secara umum, kondisi gula darah yang rendah dalam tubuh ini bisa terjadi apabila terlalu banyak produksi insulin yang di hasilkan oleh kelenjar pankreas.

Selain itu, beberapa kondisi lain yang mendasari terjadinya gula darah yang rendah ini adalah konsumsi karbohidrat terlalu banyak, obesitas, efek samping operasi bypass lambung dan tumor di pankreas.

Namun secara medis, jika seseorang mengalami Hipoglikemia bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi yang diberikan kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya.
  2. Adanya kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal.
  3. Terdapat kelainan fungsi pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa di hati.

Pada penderita penyakit diabetes, hormon insulin yang ada dalam tubuhnya tidak dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, penderita harus mengonsumsi insulin atau obat-obat yang bisa menurunkan kadar gula dalam darahnya.

Namun, apabila pemberian insulin atau obat anti-diabetes ini dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan atau terlalu banyak, maka hal itu justru akan berdampak pada gula darah rendah.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Yang Mengintai Setiap Saat

Kadar gula darah akan menurun dengan dratis jika pemberian insulin atau obat anti-diabetes ini tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup atau bahkan tidak mendapatkan asupan sama sekali, selain itu olahraga yang berlebihan juga bisa memicu kondisi ini.

Secara umum, sebagian besar kasus pada penderita hipoglikemia terjadi pada penderita dengan riwayat penyakit diabetes dan berhubungan dengan obat yang dikonsumsinya. Sementara itu, kasus gula darah yang rendah yang tidak berhubungan dengan obat dapat dibagi lagi menjadi 3 macam, yakni:

  1. Hipoglikemia karena puasa, yaitu hipoglikemia yang terjadi setelah berpuasa.
  2. Hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi sebagai reaksi terhadap makanan yang di konsumsi, misalnya karbohidrat.

Gejala Terjadinya Hipoglikemia

Tanda-tanda dan gejalan yang umum yang mudah dikenali saat menderita gula darah rendah adalah tubuh tidak menjadi tidak bertenaga dan badan terasa lemas.

Selain itu, gejala hipoglikemia lainnya yang kerap kali muncul adalah kulit terlihat pucat, mudah emosi, sering kesemutan di area mulut dan muncul rasa cemas.

Berikut adalah ciri-ciri gula darah rendah lainnya yang bisa Anda kenali dan patut untuk anda waspadai :

  • Kepalsa terasa pusing hingga sakit kepala.
  • Tubuh mudah berkeringat.
  • Jantung sering berdebar.
  • Tubuh menjadi gemetar.
  • Mudah merasa lapar.
  • Sering merasa mual.
Baca Juga :  Kenali Penyebab Kaki Kram Dan Cara Tepat Mengatasinya

Sebagai respon tubuh atas gula darah yang rendah, maka tubuh akan melepaskan epinefrin (adrenalin) dari kelenjar adrenal dan beberapa ujung saraf. Epinefrin ini merangsang pelepasan gula dari cadangan tubuh tetapi juga dapat menyebabkan beberapa gejala gula darah rendah seperti yang disebutkan di atas.

Hal yang paling penting yang harus diwaspadai apabila terindikasi mengalami gula darah rendah dan tidak segera mendapatkan penanganan serius dan berlangsung lama, hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen.

Sementara gejala hipoglikemi yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa saja terjadi secara perlahan maupun secara tiba-tiba. Hal ini paling sering terjadi pada seseorang yang memakai insulin atau obat hipoglikemik per-oral.

Pada penderita yang didiagnosisi memiliki penyakit tumor pankreas, gejala yang terjadi biasanya muncul pada pagi hari setelah tak mengkonsumai apapun semalaman, terutama jika cadangan gula darah dalam tubuhnya sudah habis karena melakukan olahraga sebelum sarapan pagi.