Kenali Sejak Dini Gejala Awal Gangguan Pencernaan Pada Bayi

oleh
Kenali Sejak Dini Gejala Awal Gangguan Pencernaan Pada Bayi

Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala ganguan pencernaan pada si buah hati. Hal ini dikarekan, para orang tua terkadang masih sukar mengenali perilaku bayi ketika sedang mengenali gangguan pencernaan.

Seperti kita ketahui, gangguan pencernaan pada bayi usia bawah tiga tahun (batita) adalah hal yang sangat umum terjadi. Jika si kecil sedang mengalami gangguan pencernaan, tentu sangat meresahkan terutama untuk para ibu karena ia akan rewel dan terus terusan menangis sepanjang waktu.

Hal paling penting sebagai penanda awal jika bayi kita sedang mengalami gangguan pencernaan adalah selalu rewel dan sering menangis, perut kembung, muntah dan juga mengalami diare. Hal tersebut disebabkan karena bisa saja buah hati anda makan terlalu banyak, sedang mengalami infeksi saluran cerna atau intoleransi laktosa.

Karena si kecil masil dalam masa perkembangan, maka sistem pencernaan si bayi juga akan menyesuaikan dengan berbagai jenis asupan makanan yang para orang tua berikan.

Baca Juga :  Bayi Panas Setelah Imunisasi, Lakukan 4 Hal Ini Untuk Mengatasinya

Oleh karena itu, para orang tua, terutama ibu harus cepat tanggap dan reaktif ketika gejala yang muncul untuk memastikan jika si kecil memang sedang mengalami gangguan pencernaan.

Berikut adalah tanda-tanda jika si kecil sedang mengalami gangguan pencernaan.

Gumoh

Gumoh atau keluar air susu yang diminum bayi melalui merupakan kondisi yang normal. Hal tersebut karena kerongkongan bayi belum berkembang secara sempurna. Disamping ukuran lambungnya juga masih sangat kecil, terkadang para itu terlalu banyak memberi makan atau ada udara yang ikut masuk ke mulut si bayi ketika menyusu.

Perut kembung

Jika si buah hati sedang mengalami perut kembung, tentu akan membuatnya menangis dan rewel. Hal itu disebabkan saluran pencernaan pada bayi belum berfungsi secara optimal.

Ketika anak  mengalami perut kembung , biasanya akan ada gejala yang khas seperti perutnya menjadi keras, sering sendawa, rewel, dan sering buang angin. Perut kembung merupakan salah satu tanda jika si buyung sedang mengalami gangguan pencernaan.

Baca Juga :  Kenali Penyebab Ruam Popok dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Kolik

Kolik atau keadaan di mana bayi menangis tanpa sebab secara berlebihan juga bisa jadi penanda jika memang bayi kita sedang mengalami ganguan pencernaan. Secara umum, kolik biasanya terjadi pada beberapa minggu sejak kelahiran si bayi hingga ia berusia 4 bulan.

Bayi yang mengalami kolik, biasanya akan menangis untuk waktu yang cukup lama hingga lebih dari 3 jam sehari dalam kurun waktu satu minggu, setidaknya akan terjadi 3 minggu berturut-turut.

Sembelit

Sembelit atau susah BAB (buang air besar) adalah keadaan yang cukup umum dialami batita. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) untuk pertama kali, kekurangan cairan (dehidrasi), atau juga karena kondisi medis tertentu.

Jika bayi kita, jarang bauang air besar, terlihat susah ketika akan BAB dan tekstur kototannya keras, maka bisa dipastikan si buah hati sedang mengalami gangguan pencernaan.

Diare

Untuk anak yang masih mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI), susu kemasan atau susu formula maka biasanya kotoran bayi ketika BAB akan cendrung bertekstur lunak.

Baca Juga :  Jangan Dulu ke Dokter, Begini Cara Menurunkan Panas Bayi di Rumah

Namun, para ibu harus sedikit waspada ketika mendapati si buah hati BAB dengan kotoran yang terlalu cair dan dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut bisa jadi si buah hati memang sedang mengalami gangguan pencernaan yang mengakibatkan ia diare.

Meski secara umum gangguan pencernaan kerap terjadi, namun para orang tua tidak boleh menyepelakan hal tersebut. Apalagi jika kondisi-kondisi yang sudah disebutkan di atas terjadi berulang kali makan sudah seyogyanya para orang tua waspada dan segera berkonsultasi ke dokter anak.

Sebab,kesehatan pencernaan pada anak erat kaitannya dengan proses tumbuh kembang dan tingkat kecerdasan anak. Jika si kecil mengalami gangguan pencernaan terus menerus maka efeknya dalah ia akan kekurangan nutrisi dan cenderung kurang aktif, termasuk dalam bermin dan belajar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *