Darah Haid Keluar Sedikit, Bisa Jadi Ada Gejala Penyakit Ini

oleh
Darah Haid Keluar Sedikit, Bisa Jadi Ada Gejala Penyakit Ini

Darah Haid Keluar Sedikit, Bisa Jadi Ada Gejala Penyakit Ini – Bagi wanita yang sudah memasuki usia subur, haid atau menstruasi merupakan sebuah siklus alamiah yang akan menghampiri tiap bulannya.

Meski merupakan sebuah siklus bulanan, namun terkadang wanita cenderung lebih khawatir jika menstruasi tak kunjung berhenti. Kendati demikian, sebenarnya darah haid yang keluar terlalu sedikit pun sebenarnya juga patut untuk diwaspadai.

Melansir dari laman Boldsky, dalam beberapa kasus darah haid yang tidak lancar biasanya disebabkan karena stres atau gaya hidup yang tidak sehat. Namun bukan hanya itu saja, darah haid yang keluar tidak lancar juga bisa menjadi penanda jika ada penyakit yang diderita oleh wanita tersebut.

Jangan mengabaikan gejala seperti ini, karena jika tidak di tangani secara serius dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan yang berakibat buruk untuk kesehatan anda.

Biasanya, seorang wanita yang sehat yang belum mendekati masa menopause akan mengeluarkan darah haid sekitar 30 ml hingga 50 ml darah setiap periode menstruasi.

Ini adalah termasuk kisaran normal untuk siklus memstruasi yang wajar. Namun, jika seorang wanita hanya mengeluarkan darah haid kurangĀ  dari30 ml selama menstruasi bulanan, bisa jadi mungkin ini adalah kondisi penyakit yang disebut hypomenorrhea.

Hypomenorrhea sendiri adalah sebuah istilah untuk kondisi darah menstruasi yang keluar relatif sedikit, serta lama menstruasi yang terjadi sangat pendek.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah anda mengalami hypomenorrhea atau tidak adalah dengan memperhatikan jumlah pembalut yang terpakai setiap hari dan berapa hari perdarahan berlangsung.

Jika pendarahan selama masa haid hanya berlangsung kurang dari 3 hari, di mana wanita hanya menggunakan 1-2 pembalut untuk sepanjang hari, maka ini adalah tanda jika wanita tersebut mengalami hypomenorrhea.

Jika kondisi hypomenorrhea yang dialami oleh wanita berlangsung untuk waktu yang cukup lama dan berlangsung terus selama berbulan-bulan, maka akan terjadi ketidakseimbangan hormon yang akan menyebabkan gangguan ini akan semakin meningkat serta dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Selain itu, wanita yang mengalami kondisi hypomenorrhea yang tidak segera mendapat pengobatan akan berisiko lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan dalam waktu yang singkat, infertilitas (ketidaksuburan), dan yang paling parah adalah bisa saja akan mengalami kanker ovarium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *