Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu Yang Harus Anda Ketahui

oleh
Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu Yang Harus Anda Ketahui

Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu Yang Harus Anda Ketahui – Penyakit usus buntu merupakan jenis penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Tak peduli anak-anak atau dewasa, laki-laki atau perempuan, memiliki resiko yang sama terkena penyakit yang dikenal dengan istilah medis apendisitis ini.

Penanganan dengan cara operasi merupakan alternatif terakhir untuk mengatasi usus buntu yang sudah terlanjur meradang.

Karena itu, diperlukan kewaspadaan diri terhadap penyakit yang satu ini dengan mengetahui ciri-ciri penyakit usus buntu agar dapat segera mendapat penanganan yang tepat.

Lantas, seperti apa ciri-ciri penyakit usus buntu yang menyerang kita ? berikut ulasannya.

Ciri-ciri Penyakit Usus Buntu Yang Harus Anda Ketahui

Penyakit usus buntu adalah suatu kondisi medis dimana usus yang menggantung alias buntu tidak tersambung dengan bagian yang lainnya.

Kendati demikian, sebenarnya usus buntu ini punya fungsi sebagai rumah bakteri baik yang mana jika bakteri baik dalam tubuh terjaga dengan baik, maka kekebalan tubuh juga akan ikut terjaga.

Gejala usus buntu, utamaya adalah sakit di bagian perut dimana letak organ usus ini berada. Namun, lokasi nyeri yang ditimbulkan akibab usus buntu ini mungkin akan bervariasi, hal ini tergantung pada usia dan posisi usus buntu.

Pada kasus penyakit usus buntu yang dialami anak kecil atau perempuan yang sedang hamil, sakit yang muncul mungkin berada di tempat berbeda dengan usus buntu yang dialami oleh pria dewasa.

Beberapa orang kadang salah mengira jika mengalami perut sakit justru berpikir itu bukan usus buntu tapi adalah sakit maag. Tapi sebenarnya gejala radang usus buntu sangat khas.

Mengutip dari laman Mayo Clinic, berikut ini adalah ciri-ciri penyakit usus buntu yang harus anda ketahui:

  • Rasa sakit pada perut yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan perut.
  • Rasa sakit akan semakin bertambah seiiring waktu selama beberapa jam.
  • Rasa sakit padarea perut akan semakin parah, terutama jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.
  • Timbul rasa rasa nyeri yang kian memburuk ketika sedang sakit batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain yang mengguncang tubuh.
  • Nafsu makan yang berkurang
  • Mengalami mual-mual dan muntah karena adanya hambatan pada organ usus.
  • Mengalami Demam
  • Terjadinya sembeli atau susah buang air besar (BAB)
  • Susah buang gas
  • Mengalami Diare, serta kotoran yangyang keluar bercampu dengan lendir
  • Perut terlihat membesar atau membengkak

Apakah mengkonsumsi makanan biji-bijian bisa menyebabkan usus buntu ?

Selama ini, beredar anggapan di masyarakat jika penyakit usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus. Benarkah demikian ?

Anggapan tersebut bisa dibilang tidak benar tapi juga tidak salah. Seperti kita ketahui, memang radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini.

Namun,penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yaitu berupa tinja atau feses. Sisa-sisa dari makanan dan tinja yang mengeras tersebut akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan, inilah yang disebut dengan usus buntu.

Penyumbatan yang terjadi ini membuat bakteri atau virus juga ikut terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Dari infeksi inilah yang kemudian dapat menimbulkan radang usus buntu.

Selain itu, mengkonsumsi makanan pedas berupa cabai ataupun buah jambu yang dimakan beserta dengan bijinya seringkali tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing.

Karena itu, untuk mencegah peradangan usus buntu para dokter dan ahli kesehatan menyarankan untuk lebih sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah.

Hal ini dikarenakan, serat yang terdakandung dalam sayuran dan buah apabila dikonsumsi secara rutin bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus.

Diagnosa Awal Penyakit Usus Buntu Oleh Dokter

Dr. A. Sigit Tjahyono, Sp.B, Sp.BTKV(K),  dokter yang bertugas di rumah sakit Mediros Jakarta ini menjelaskan mekanisme pemeriksaan terhadap penyakit usus buntu ini.

Pemeriksaan pasien dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini adalah anamnesis (tanya jawab) yang dilengkapi tes penunjang seperti urinalisa (untuk membedakan dengan penyakit lain seperti batu kandung kemih) dan USG (untuk melihat usus buntu yang terinfeksi misalnya bengkak atau ada cairan).

Jika di temukan radang usus buntu yang sudah kronis, maka gejala nyeri perut yang dirasakan ringan atau bahkan hanya terasa mual saja.

Namun radang usus buntu sudah akut, maka akan terasa sakit di ulu hati yang disertai mual dan muntah. Dalam kurun waktu 24 jam biasanya akan terasa demam dan baru muncul sakit yang menetap pada perut kanan bawah.


Untuk radang usus buntu yang sudah parah, tindakan operasi perlu segera dilakukan mengingat adanya kemungkinan pecahnya usus buntu.

Namun, jika penyakit usus buntu kronis maka waktu operasinya masih bisa ditunda tergantung dari kondisi pasien, namun disarankan untuk tidak terlalu lama menundanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *