Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

oleh
Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

– Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi – Cegukan adalah sebuah kondisi dimana terjadinya kontraksi secara tidak sadar pada diafragma. Diafragma adalah dinding pemisah antara dada dan perut. Diafragma berperan penting dalam system pernapasan.

Setiap cegukan, terjadi kontraksi Involunter disertai dengan penutupan pita suara secara mendadak. Itulah mengapa setiap cegukan, kita mengeluarkan suara decitan yang khas.

Selain pada orang dewasa, cegukan juga bisa terjadi pada anak bayi. Cegukan pada bayi umumnya memang tidak berbahaya. Justru cegukan menjadi salah satu tanda bahwa perkembangan tubuh bayi normal. Namun, jika dibiarkan terus menerus, cegukan juga bisa mengganggu bayi dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Sama seperti pada orang dewasa, penyebab bayi mengalami cegukan adalah karena adanya kontraksi otot secara tidak sadar pada diafragma bayi. Pada bayi yang baru lahir hingga 1 tahun, cegukan sangat umum terjadi.

Baca Juga :  Jangan Anggap Sepele, Segera Atasi Batuk Pada Bayi Dengan Segera

Hal ini biasanya disebabkan karena makan terlalu cepat atau terlalu banyak menelan udara. Selain itu, cegukan juga bisa diakibatkan karena adanya perubahan udara dalam perut bayi.

Karena masyarakat Indonesia masih kental akan kepercayaannya kepada mitos, tidak sedikit juga mitos yang muncul mengenai cegukan pada bayi. Seperti misalnya, jangan menakut โ€“ nakuti dan mengagetkan bayi saat cegukan. Atau jangan menarik lidah bayi saat cegukan.

Atau jangan menekan dahi bayi saat sedang cegukan. Semua mitos itu memang benar dan jangan pernah kalian lakukan. Karena, hal tersebut tidak bermanfaat dan justru dapat mencederai bayi kalian.

Memberikan pernapasan bantuan juga merupakan salah satu kesalahan yang sering orang berbuat. Daripada kita membuang โ€“ buang waktu memikirkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, lebih baik kita mengikuti beberapa tips yang bisa kalian lakukan saat bayi mengalami cegukan berikut ini.

  1. Pangku bayi dalam posisi tegak selama memberinya makan. Hal ini dapat mengurangi resiko udara masuk terlalu banyak kedalam perut bayi
  2. Ketika sedang menyusui bayi, usahakan untuk memiringkan botol dengan suduh 45 derajat. Hal ini berguna untuk memindahkan udara yang ada didalam botol susu ke atas. Berikan susu secara perlahan dan sedikit demi sedikit.
  3. Gendong bayi dalam posisi tegak selama beberapa menit. Lalu, goyangkan badannya secara perlahan atau gosok dadanya secara perlahan.
  4. Tetap pangku atau gendong bayi selama beberapa menit setelah bayi makan atau menyusu. Hal ini berguna agar udara tidak masuk terlalu banyak kedalam perut bayi dan menyebabkan cegukan.
Baca Juga :  5 Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Dengan Cepat

Umumnya, cegukan pada bayi akan berhenti setelah beberapa menit. Jika segukan tak kunjung berhenti, cobalah untuk menggendong atau memangku bayi dalam posisi tegak selama kurang lebih 10 menit. Lalu, kalian bisa mencoba memberikannya minum secara perlahan. Dengan menelan, diharapkan dapat menenangkan diafragma bayi.

Perlu diperhatikan, bahwa cegukan pada bayi umumnya hanya berlangsung 10 hingga 15 menit saja. Jika cegukan pada bayi anda berlangsung lebih lama dan dalam frekwensi yang sering, ada kemungkinan ini merupakan gejala dari penyakit Gastroesophageal Reflux, dimana terjadi aliran balik asam lambung kearah kerongkongan bayi. Selain cegukan, penyakit ini juga mengeluarkan beberapa gejala lainya seperti :

  • Meludah atau meliur lebih sering dari biasanya
  • Sering melengkungkan punggungnya selama makan secara berlebihan
  • Bayi menangis lebih sering
  • Sakit perut setelah makan
Baca Juga :  Beberapa Cara Dalam Mengatasi Diare Pada Bayi

Jika bayi anda mengalami gejala โ€“ gejala diatas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *