Beberapa Cara Dalam Mengatasi Diare Pada Bayi

oleh
Beberapa Cara Dalam Mengatasi Diare Pada Bayi

Beberapa Cara Mengatasi Diare Pada Bayi – Diare adalah sebuah kondisi yang terjadi dimana frekwensi buang air besar lebih banyak dari biasanya dan kebanyakan feses atau kotoran berupa cairan. Pada orang dewasa, frekwensi normal buang air besar sekitar 1 sampai 2 kali dalam sehari. Namun, jika sedang mengalami diare, frekwensi buang air besar bisa meningkat hingga 10 kali dalam sehari.

Bukan hanya pada orang dewasa, diare juga bisa menyerang anak – anak bahkan bayi dibawah usia 1 tahun. Sebagai orang tua, pastinya akan sangat khawatir saat anaknya terkena diare. Apalagi, jika tidak ditangani dengan serius, sakit diare pada bayi juga bisa menyebabkan kematian karena terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.

Menigkatnya frekwensi buang air besar pada bayi, tidak berarti bayi mengalami diare. Kalian harus mengetahui beberapa tanda diare pada bayi. Tetapi, jika bayi sudah positif terkena diare, segera bawa bayi anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang dibutukan. Atau kalian bisa memberikan beberapa pertolongan pertama pada bayi berikut ini.

1. Memberi Air Tajin

Air tajin mengandung zat tepung yang sangat tinggi sehingga dapat membantu mengobati diare yang bayi anda alami. Air tajin dipercaya ampuh untuk mengatasi diare khususnya pada bayi sejak dulu. Jadi, anda para orang tua tidak perlu meragukan khasiat dari air tajin ini.

Cara untuk membuat air tajin sangatlah mudah. Cukup dengan merebus ½ kg beras didalam 1 liter air lalu direbus hingga mendidih. Ketika sudah mendidih, kalian bisa mengambil air dari permukaan beras dengan menggunakan sendok sayur lalu di pindahkan ke dalam gelas.

Setelah itu, tambahkan sedikit gula dan garam pada air tajin dan diminum kan secara perlaahn pada bayi.

2. Saus Apel

Obat herbal untuk menyembuhkan diare yang berikutnya adalah saus apel. Didalam apel, terdapat kandungan petkin yang dapat membantu proses penyerapan air di dalam usus dan usus besar pada bayi. Sejak dahulu,ramuan ini sudah terbukti ampuh untuk mengatasi masalah diare pada anak. Sehingga kalian tidak perlu khawatir bila bayi anda terkena diare.

Cara pembuatan saus apel cukup mudah. Kalian hanya perlu menyiapkan 1 buah apel. Cuci hingga bersih lalu potong menjadi beberapa bagian. Kemudian, rebus apel hingga teksturnya menjadi lembut. Tambahkan sedikit gula lalu berikan pada bayi sedikit demi sedikit.

3. Buah Pisang

Buah pisang memiliki kandungan petkin yang sama pada apel. Kandungan ini dapat merawat dan menyehatkan system pencernaan pada bayi.

Jika kalian memeriksakan bayi yang terkena diare ke dokter, biasanya dokter akan menyarankan anda untuk memberikan pisang pada bayi. Selain itu, pisang juga mengandung banyak kalium yang bisa menggantikan elektrolit yang hilang saat diare.

4. ASI

Ketika sedang mengalami diare, bayi akan kehilangan banyak cairan dari dalam tubuhnya. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berujung kematian. Maka dari itu, berilah ASI sebanyak mungkin pada bayi agar bayi tidak kekurangan cairan.

Jika kalian merasa dengan memberikan obat herbal seperti yang dituliskan diatas tidak dapat menyembuhkan bayi yang terkena diare, mungkin kalian bisa mencoba untuk memberikan obat – obatan kimia kepada bayi. Namun, kami pemberian obat kimia hanya diperbolehkan untuk bayi diatas 1 tahun dan dengan resep dokter. Beberapa jenis obat kimia yang bisa kalian coba diantaranya :

  • Norit

Norit dapat ditemukan dengan mudah di apotik terdekat. Obat ini memiliki khasiat yang sangat ampuh untuk menghentikan buang air besar saat diare. Namun, penggunaan obat Norit harus dibawah pengawasan dokter.

  • Lacto B

Sama seperti Norit,Lacto B juga dapat ditemukan di apotik dengan mudah. Lacto B berbentuk seperti bubuk untuk menghentikan buang – buang air karena diare. Obat ini hanya boleh diberikan pada bayi diatas usia 1 tahun.

  • Oralit

Obat diare berikutnya yang bisa kalian berikat pada bayi adalah oralit. Obat ini terbukti ampuh untuk menyembuhkan diare bahkan pada orang dewasa sekalipun. Untuk bayi, penggunaan oralit harus dibawah resep dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *