Waspada, 5 Penyakit Kulit Ini Sering Menyerang Bayi

oleh
Waspada, 5 Penyakit Kulit Ini Sering Menyerang Bayi

Penyakit kulit merupakan jenis penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki, perempuan, orang dewasa, kanak-kanak bahkan bayi sekalipun. Karena memiliki anatomi kulit yang sangat berbeda dengan jenis kulit orang dewasa, maka bayi merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap gangguan penyakit kulit.

Menurut penjelasan ahli kesehatan dr Bernard Cohen, M.D, yang merupakan direktur ilmu kesehatan kulit anak dari Hopkins Children’s Center, mengatakan jika kulit merupakan organ yang bertindak sebagai benteng pertama bagi pertahanan tubuh manusia terhadap beragam elemen yang mengancam tubuh mulai dari sinar matahari hinga bakteri.

Dalam tahun pertamanya, seorang bayi akan sangat rentan terhadap gangguan penyakit kulit karena lapisan kulit mereka belum terbentuk dengan sempurna. Dibutuhkan waktu hingga satu tahun lebih bagi epidermis kulit untuk bisa berkembang dengan cepat dan berfungsi secara efektif dan optimal.

Bayi, memiliki struktur kulit yang bih tipis serta ikatan antar selnya lebih lemah dan lebih halus. Selain itu, kulit bayi juga memiliki pigmen yang lebih sedikit, dan tidak mampu mengatur temperatur seperti halnya anak-anak dengan usia lebih tua atau orang dewasa.

Karena itu, para orang tua di minta untuk lebih waspada dalam menjaga dan merawat kulit bayi agar terhindar dari berbagai ganguan penyakit kulit. Sebagai informasi, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang kerap menyerang bayi yang patut untuk di waspadai:

  • Intertrigo

Intertrigo merupakan suatu kondisi kondisi kesehatan berupa peradangan pada lipatan tubuh. Area atau bagian tubuh yang sering terjangkiti adalah terletak pada paha bagian dalam, ketiak, dada dan juga perut. Kondisi tersebut akan membuat kulit tampak merah, gatal dan menyebabkan rasa sakit bila terjadi gesekan. Biasanya, gangguan penyakit kulit ini terjadi pada bayi dengan berat bada berlebih atau bayi gemuk.

Penyebab penyakit ini : terjadi karena kondisi kulit lembab yang berlebihan pada lipatan bayi, yang tidak pernah mendapatkan udara.

Penanganan : Bersihkan dan cuci bagian dalam lipatan kulit bayi tersebut dengan air dan oleskan krim penghalang berupa zinc-oxide atau petroleum jelly untuk melindungi kulit bayi.

  • Biang keringat

Biang keringat kerap kali menipa bayi dan biasanya terjadi pada leher, wajah, punggung, atau bokong bayi. Secara klinis biang keringat ini dapat terlihat dengan adanya kulit kemerahan disertai rasa gatal sehingga bayi menjadi rewel, disertai dengan timbulnya gelembung-gelembung kecil dan berair.

Penyebab biang keringat : Udara yang panas, cuaca lembab, penggunaan pakaian yang ketat dan aktivitas bayi yang tinggi dapat memicu ruam biang keringat.

Penanganan : Hindari bayi Anda dari suhu ruangan yang terlalu panas dan berikan bayi anda pakaian yang cukup longgar. Dengan begitu, ruam akan terlihat membaik dalam waktu sekitar 30 menit saja.

  • Seborrhea

Seborrhea adalah suatu peradangan yang terjadi pada bayi terutama pada area kulit bagian atas tubuh, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah, bahkan terkadang pada bagian tubuh lainnya seperti belakang telinga, leher, pipi, dan dada. Umumnya penyakit kulit ini yang paling sering terjadi pada bayi di bawah usia 6 bulan.

Penyebab penyakit : hingga saat ini para ahli kesehatan mengatakan jika penyebab terjadinya Seborrhea belum diketahui secara pasti.

Penanganan: Para orang tua bisa mencoba pengobatan tradisional dengan menggosokan minyak zaitun atau baby oil pada kulit kepala bayi Anda, kemudian sikat permukaan kulit yang bersisik dengan lembut.

  • Eksim

Sejatinya, eksim bisa menjangkiti siapa saja, termasuk bayi. Eksim dapat muncul pada tubuh bayi mulai dari usia 3 sampai 4 bulan.

Eksim sendiri adalah merupakan suatu peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Dalam kondisi yang cukup parah, penyakit eksim ini juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, mengeluarkan nanah, dan kerak.

Penyebab eksim: penyebab eksim dapat bermacam-macam, dimana salah satunya adalah predisposisi genetik atau riwayat alergi dalam keluarga. Setiap bayi memiliki penyebab eksim yang berbeda-beda, misalnya setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain.

Penanganan : untuk pengobatan eksim, fokus utamnya adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi semakin melebar. Ketika kulit mulai terasa sangat kering dan gatal sehingga bayi sering rewel, pemakaian lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab dan menghilangkan rasa gatal.

Namun, untuk kasus yang lebih parah,  sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat pengobatan dan penanganan yang tepat.

  • Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah kondisi kesehatan berupa inflamasi pada kulit yang terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi atau menyebabkan reaksi alergi. Dermatitis kontak ini akan menyebabkan ruam yang cukup besar, timbul rasa gatal dan terbakar.

Penyebabnya : sabun atau deterjen mungkin menjadi salah satu penyebabnya, serta kemungkinan pakaian kotor yang digunakan oleh bayi.

Penanganan : jika masih dalam tahap ringan dan sedang, penggunaan krim yang mengandung hidrokortison (kortikosteroid) dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan di kulit.

Namun, jika sudah dalam tahap yang serius sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan dan perawatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *